Siapa nih yang biasanya udah berhasil ngolah data di Bab 4 langsung merasa beban hidupnya berkurang satu? Tapi pas bimbingan tiba-tiba Bab 5 full dicoret sama dospem? Gausa panik, emang banyak yang masih menyepelekan kesimpulan padahal itu bukan cuma formalitas belaka. Coba pahami penulisan kesimpulan yang baik dan benar biar ga di bantai waktu sidang nanti
Kesalahan Membuat Kesimpulan Penelitian yang Paling Sering Kejadian
Sebelum kita membahas cara mudah pembuatan kesimpulan, kalian wajib perhatiin kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa saat menyusun kesimpulan.
- Menyalin bagian pembahasan mentah-mentah: Mengambil paragraf penjelasan dari Bab 4 lalu menempelkannya langsung di Bab 5 tanpa mengubah sudut pandang kalimatnya.
- Mengulang hasil penelitian secara detail: Memasukkan kembali seluruh angka statistik, tabel distribusi frekuensi, hingga rincian output SPSS/SmartPLS yang seharusnya cukup berhenti di Bab 4.
- Meringkas Bab 4 apa adanya: Membuat kliping dari tiap sub-bab pembahasan sehingga kesimpulan berubah menjadi teks panjang berhalaman-halaman yang membosankan.
Ingat baik-baik ya Kawula, kesimpulan itu bukan tempat buat menyalin ulang isi Bab 4, apalagi menyelipkan teori atau kutipan jurnal baru yang belum pernah dibahas sebelumnya!
Tips kesimpulan yang kita tulis langsung ACC sama dospem
Kamu cukup ikuti tiga tahapan terstruktur berikut ini pas lagi ngetik Bab 5:
1. Cek Kembali Rumusan Masalah di Bab 1
Aturan emas paling pertama dalam menyusun Bab 5 adalah menyandingkan draft kesimpulanmu dengan bagian Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian di Bab 1. Coba buka lagi Bab 1 skripsimu dan tanyakan satu hal ini ke diri sendiri: "Apa sih pertanyaan inti yang sebenarnya ingin dijawab oleh penelitian ini?"
Kalau di Bab 1 kamu mengajukan 3 butir pertanyaan penelitian, maka di bagian kesimpulan Bab 5 kamu juga wajib menyajikan 3 poin jawaban secara berurutan. Tuliskan jawabannya secara langsung, tegas, jelas, dan 100% berlandaskan pada hasil temuan penelitianmu. Jangan sampai ada pertanyaan di Bab 1 yang "nyasar" dan lupa kamu jawab di bagian akhir!
2. Ambil Intinya Saja (jangan copas semua pembahasan)
Setelah memastikan jumlah poinnya sesuai dengan rumusan masalah, langkah berikutnya adalah menyaring inti sari dari Bab 4. Kamu nggak perlu memasukkan seluruh riwayat perhitungan atau perdebatan teori ke dalam kesimpulan. Fokuslah merangkum tiga elemen paling krusial ini:
- Temuan utama penelitian: Apa fakta paling menonjol yang berhasil kamu buktikan lewat olah data atau wawancara lapangan?
- Hubungan antarvariabel: Bagaimana arah dan signifikansi pengaruh variabel X terhadap variabel Y (misalnya: berpengaruh positif dan signifikan, atau justru tidak berpengaruh)?
- Jawaban inti dari penelitian: Alasan singkat dan padat di balik temuan tersebut tanpa perlu mengulang kutipan pendapat ahli.
3. Buat Kesimpulan Singkat, Padat, dan Jelas
Tahap terakhir dari cara menulis kesimpulan skripsi adalah mengemas temuan utamamu ke dalam kalimat yang efisien. Dosen pembimbing dan penguji itu suka banget sama kesimpulan yang to the point, mudah dipahami dalam sekali baca, dan nggak bertele-tele.
Pastikan draf kesimpulanmu sudah memenuhi 3 ciri kesimpulan skripsi yang baik berikut ini:
- Menjawab tujuan penelitian secara presisi (poin demi poin sinkron dengan Bab 1).
- Sesuai dengan hasil penelitian (tidak mengada-ada atau menambahkan asumsi baru di luar data Bab 4).
- Ringkas, padat, dan jelas (bebas dari rumus statistik mentah, tabel baru, maupun sitasi daftar pustaka).
People Also Ask
1. Apakah di bagian kesimpulan skripsi boleh mencantumkan angka persentase atau nilai uji statistik? Sebaiknya hindari mencantumkan rincian angka uji statistik mentah seperti nilai t-hitung, p-value, atau tabel output aplikasi di dalam paragraf kesimpulan. Cukup tuliskan makna dari hasil pengujian tersebut secara kualitatif (misalnya "berpengaruh positif dan signifikan"), kecuali jika pedoman kampusmu secara spesifik meminta pencantuman persentase akhir.
2. Bolehkah memasukkan kutipan jurnal atau pendapat ahli di Bab 5 bagian kesimpulan? Tidak boleh. Kesimpulan adalah ruang murni untuk menyajikan jawaban akhir dari hasil risetmu sendiri, sehingga seluruh pemaparan teori dan perbandingan dengan jurnal penelitian terdahulu harus sudah tuntas dibahas di Bab 4.
3. Lebih baik menulis kesimpulan dalam bentuk poin-poin (numbering) atau paragraf narasi? Keduanya sama-sama benar tergantung buku pedoman penulisan di fakultasmu, namun format poin-poin (numbering 1, 2, 3) jauh lebih disukai dosen pembimbing karena langsung memperlihatkan kesesuaian jumlah jawaban dengan butir rumusan masalah di Bab 1.
Intinya sih, kunci utama dari cara menulis kesimpulan skripsi yang anti-revisi itu ada pada ketepatanmu merangkum jawaban inti dari rumusan masalah tanpa tergoda buat menyalin ulang isi Bab 4. Selama kamu fokus mengambil temuan utama penelitian, merumuskan hubungan antarvariabel dengan lugas, dan menyajikannya dalam kalimat yang ringkas serta jelas, dijamin dospem bakal langsung senyum puas pas baca Bab 5 kamu!
Nah, kalau draf Bab 1 sampai Bab 5 kamu akhirnya udah kelar ditulis, jangan langsung buru-buru disetor ke meja dospem sebelum dicek kualitas akhir dan keamanannya ya, bestie! Daripada kamu pusing dan buang waktu buka banyak website berbeda buat ngecek plagiasi atau ngerapiin kalimat yang masih kaku, mending langsung beresin semuanya dalam satu sistem terintegrasi di kawalu.id! 💡
Di kawalu.id, semua struggle penyelesaian skripsi, tesis, hingga artikel jurnalmu bisa teratasi dengan super sat-set. Kamu bisa langsung merapikan struktur kalimat Bab 5 yang bertele-tele menggunakan fitur Revisi Dokumen dan Parafrase Dokumen, menerjemahkan abstrak atau jurnal rujukan lewat Translate Dokumen, serta memastikan naskahmu bebas dari skor merah dan detektor robot menggunakan Cek Plagiasi, Cek AI (GPTZero), dan Humanize AI. Bahkan kalau kamu butuh pendampingan ekstra sampai publikasi jurnal. Yuk, cobain kawalu.id sekarang juga biar skripsimu makin sempurna, lolos uji Turnitin, dan cepat dapet ACC sidang! 🎓🔥

